Skip to content

TÜV NORD Indonesia dan Mitra Profesional Perkuat Kolaborasi Hadapi Transisi ISO 9001:2026

Kolaborasi bersama mitra profesional menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan menghadapi transisi dan perkembangan ISO 9001:2026.

Jakarta, 25 September 2026 

Perubahan standar tidak hanya menuntut organisasi memahami persyaratan yang diperbarui, tetapi juga memastikan setiap perubahan dapat diterjemahkan menjadi implementasi yang relevan dan memberikan nilai bagi bisnis. Hal ini menjadi salah satu fokus TÜV NORD Indonesia dalam Partner Gathering yang membahas pembaruan ISO 9001, implementasi, serta proses transisinya. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 21 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai perusahaan dan mitra profesional. Turut hadir jajaran manajemen TÜV NORD Indonesia, yaitu Gde Bayu Wicaksana selaku Direktur dan Karlina Bone selaku Head of Certification Services. Lebih dari sekadar forum berbagi informasi mengenai perubahan ISO 9001, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara TÜV NORD Indonesia dan mitra dalam merespons perkembangan standar serta kebutuhan industri yang terus berubah. 

Bagi TÜV NORD Indonesia, kolaborasi dengan mitra merupakan bagian penting dari ekosistem Testing, Inspection and Certification (TIC). “Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan bisnis, tetapi juga bagaimana setiap pihak dapat saling melengkapi dalam memberikan solusi yang relevan bagi customer. Kolaborasi menjadi sarana untuk memahami kebutuhan industri secara lebih mendalam sehingga solusi yang diberikan dapat semakin relevan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan” ujar Karlina.

Karlina Bone

Perubahan ISO 9001 menjadi salah satu contoh bagaimana industri perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan pasar. Dalam konteks tersebut, peran TIC tidak berhenti pada memastikan kesesuaian terhadap standar, tetapi juga memastikan kompetensi yang dimiliki dapat terus diterjemahkan sesuai dengan dinamika industri. 

Gugi Yogaswara, CEO DGI Levner, melihat kemampuan menerjemahkan kompetensi tersebut sebagai bagian penting dari relevansi TIC di tengah perubahan pasar.

Gugi Yogaswara

"TÜV NORD memiliki kompetensi yang luas. Yang penting adalah bagaimana kompetensi tersebut terus diterjemahkan sesuai dinamika pasar agar tetap relevan,” kata Gugi. 

Di tengah kondisi pasar yang semakin kompleks membuat industri membutuhkan kemampuan untuk menerjemahkan ketidakpastian menjadi sesuatu yang lebih terstruktur. Dalam konteks tersebut, TIC memiliki peran dalam membantu menerjemahkan ketidakpastian menjadi standar. “TIC berperan membantu menciptakan praktik bisnis yang lebih terstruktur, konsisten, dan dapat dipercaya" ujar Gugi.  

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa perubahan standar tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan (compliance), tetapi juga bagaimana standar dapat membantu organisasi meningkatkan kinerja dan daya saing. Bagi industri, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana standar dapat tetap relevan dan menjawab dinamika yang dihadapi. 

Bagi TÜV NORD Indonesia, kebutuhan tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan layanan ke depan. Certification tetap menjadi salah satu kapabilitas utama, sejalan dengan kebutuhan customer yang terus berkembang. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, TÜV NORD Indonesia terus memperkuat kapabilitas di berbagai area, mulai dari Testing, Inspection, Certification, Product Certification, serta Training melalui TÜV NORD Indonesia Academy. 

“Sebagai perusahaan TIC, apa pun yang kami kembangkan pada akhirnya harus membantu pelanggan meningkatkan kepatuhan, kualitas, akses pasar, efisiensi operasional, serta kinerja keberlanjutan,” tambah Karlina. 

Standar dan kebutuhan pasar akan terus berkembang. Bagi TÜV NORD Indonesia, membangun ekosistem mitra yang kuat menjadi bagian penting untuk memastikan kompetensi, pengetahuan, dan solusi yang diberikan kepada customer tetap relevan.

Melalui Partner Gathering, TÜV NORD Indonesia memperkuat kolaborasi dengan mitra profesional untuk bersama-sama merespons perubahan dan menghadirkan solusi yang lebih luas bagi industri. Pada akhirnya, keberhasilan menghadapi perubahan tidak hanya ditentukan oleh pemahaman terhadap standar, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi, kompetensi, dan komitmen seluruh ekosistem dalam menciptakan nilai bagi industri.